Namun, di balik itu, ada kritik bahwa ketergantungan pada "pap" alias foto memicu sikap narsistik. Cewek berkacamata, dengan penampilan yang dinilai "mudah di-edit" atau "cocok dengan warna makeup," sering kali menjadi pusat perhatian di TikTok, Instagram, atau YouTube. Ini bisa memicu siklus yang tak sehat: mencari validasi dari likes dan komentar, lalu semakin gencar mengedit foto diri hingga terjebak di "versi sempurna" yang tak nyata. Istilah "sange" muncul dari kecenderungan individu (khususnya perempuan muda) yang tampak "over-the-top" dalam bermedia sosial. Tindakan seperti membuat konten sensitif, menunjukkan kekayaan, atau mengekspose hal pribadi demi viralitas kerap dikaitkan dengan ini. Dalam konteks cewek berkacamata, "sange" bisa terwujud melalui unggahan berjam-jam tentang rutinitas kecantikan, selfie 25 foto dengan pose serupa, atau hiperfokus pada kritik penampilan netizen.